Rabu, 17 April 2013

Ayah

Ayah..
dulu engkau menantikan kehadiran ku
engkau membelai ku dari perut ibu ku
engkau berbicara pada ku
engkau mendo'akan ku & ibu ku

Ayah..

setelah aku lahir ke dunia
engkau mengAdzani ku
engkau mencium ku & membelaiku dengan nyata
engkau memberikan ku nama dengan Do'a
engkau mengharapkan ku menjadi seseorang sesuai dengan nama ku
engkau tak mengeluh lelah ketika terbangun tengah malam
menimang ku setiap ku ketika menangis
meski raga mu lelah selepas mencari rezeki Allah SWT

Ayah..

engkau selalu sabar menghadapi ku
selalu memenuhi setiap ingin ku
tidak pernah menyakiti bahkan menghukumku
meski engkau tau kesalahan ku

Ayah..

kini aku telah dewasa
aku mengerti tentang hidup
hidup yang engkau jalani ternyata tidak mudah
tidak semudah yang orang lain lihat
kini aku juga tau apa itu pengorbanan
terutama pengorbanan tanpa balasan
engkau juga tidak pernah meminta balasan dari ku

Ayah..

engkau sudah tiada
hidupku hampa tanpa dirimu
awal engkau meninggalkan ku
aku tidak bisa berbuat apapun
dirasa mengakhiri hidup lebih baik dibanding tanpa dirimu
tapi,
aku selalu ingat setiap nasehat mu
selalu ingat apa yang engkau pinta

Ayah..

aku harap engkau selalu mendo'akan ku
merestui setiap keputusan ku
engkau menantikan kehadiran ku bersama mu

Yaa Allah..

titip ayah ku yaa
aku percayakan kepada-MU untuk menjaga nya
dia sesosok pemimpin keluarga yang luar biasa bijaksana
dia sesosok ayah yang bertanggung jawab
dia sesosok ayah yang tidak pernah mengecewakan
dia, sesosok ayah yang SANGAT SEMPURNA

I LOVE YOU , I MISS YOU .. FATHER ..

H. M . Hasan (Alm)

Senin, 08 April 2013

Percakapan Singkat #BahasaPLGHalus


Kemas :: Sinten namo nikuu ? = Siapa nama Anda ?

Nyimas :: Namo kulo Nyimas, nikuu ? = Nama saya Nyimas, Anda ?

Kemas :: Namo kulo Kemas. Maleh bedamel ? = Masih Bekerja ?

Nyimas :: Ingge, kulo bedamel di Mall. Wenten napi ?  = Ya, saya kerja di Mall. Ada Apa ?

Kemas :: Nano wenten, betaken saos J = tidak ada, bertanya saja J

Nyimas :: Kemas, nikuu bedamel ? = Kemas, Anda bekerja ?

Kemas :: Enggeh, sampun lambat kulo bedamel di Toko = Iya, sudah lama saya bekerja di toko

Nyimas :: Ooo J Kemas, kulo ayun pegi, wenten damelan = Ooo J Kemas, saya mau pergi, ada pekerjaan.

Kemas :: Majeng Nyimas J = Baiklah Nyimas J

@BahasaPLG #BahasaPLGHalus



Bahasa Palembang mempunyai dua tingkatan, yaitu baso Pelembang alus atau bebaso dan baso Pelembang sehari-hari. Baso Pelembang alus dipergunakan dalam percakapan dengan pemuka masyarakat, orang-orang tua, atau orang-orang yang dihormati, terutama dalam upacara adat. Bahasa ini berakar pada bahasa Jawa karena raja-raja Palembang berasal dari Kerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, dan Kerajaan Pajang. Itulah sebabnya perbendaharaan kata Baso Pelembang Alus banyak persamaannya dengan perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa.

Sementara itu, baso sehari-hari dipergunakan oleh wong Palembang dan berakar pada bahasa Melayu. Dalam praktiknya sehari-hari, orang Palembang biasanya mencampurkan bahasa ini dan bahasa Indonesia (pemilihan kata berdasarkan kondisi dan koherensi) sehingga penggunaan bahasa Palembang menjadi suatu seni tersendiri.

Bahasa Palembang memiliki kemiripan dengan bahasa daerah di provinsi sekitarnya, seperti Jambi, Bengkulu bahkan provinsi di Jawa (dengan intonasi berbeda). Di Jambi dan Bengkulu, akhiran 'a' pada kosakata bahasa Indonesia biasanya diubah menjadi 'o'.

Bahasa Palembang memiliki kemiripan dengan bahasa daerah provinsi di sekitarnya, seperti Jambi dan Bengkulu. Di kedua daerah ini, akhiran 'a' pada kosakata Bahasa Indonesia yang diubah menjadi 'o' banyak ditemukan. Akan tetapi banyak juga bahasa Palembang asli yang tidak digunakan pada provinsi Jambi maupun Bengkulu. Logat yang dimiliki merekapun berbeda. Kemiripan dengan bahasa Jawa: iyo, biso, wong, ulo, rai, prei, sepur, melok, ladeng, iwak, gedek, dulur, dewe'an, bae, balek, banyu, awan, awak, iwak, balen, kelaso, kacek, jabo. Kemiripan dengan bahasa Banjar: banyu, awak, iwak, ladeng, dulur, umep (humap= gerah), enjuk (unjuk), jingok (jinguk), gancang.

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­-----------------------------------------------------------

Darimanakah Bahasa Palembang berasal ? Bahasa Palembang berasal dari bahasa Melayu Tua yang berbaur dengan bahasa Jawa dan diucapkan menurut logat/dialek wong Palembang. Seterusnya bahasa yang sudah menjadi milik wong Palembang ini diperkaya pula dengan bahasa-bahasa Arab, Urdhu, Persia, Cina, Portugis, Iggris dan Belanda. Sedangkan Aksara bahasa Melayu Palembang, menggunakan aksara Arab (Arab-Melayu) atau tulusan Arab berbahasa Melayu (Arab Gundul/Pegon).

Bahasa Palembang terdiri dari dua tingkatan, pertama merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan hampir oleh setiap orang di kota ini atau disebut juga bahasa pasaran. Kedua, bahasa halus (Bebaso) yang digunakan oleh kalangan terbatas, (Bahasa resmi Kesultanan). Biasanya dituturkan oleh dan untuk orang-orang yang dihormati atau yang usianya lebih tua. Seperti dipakai oleh anak kepada orang tua, menantu kepada mertua, murid kepada guru, atau antar penutur yang seumur dengan maksud untuk saling menghormati, karena Bebaso artinya berbahasa sopan dan halus.

Berikut contoh bahasa Palembang Pasaran (P) dan Bebaso (B) :

P: Mang Cek, Aku ni nak betanyo, di manola ruma Cek Awang?
B:Mang Cek, Kulo niki ayun betaken, di pundila rompok Cek Awang?
Bahasa Indonesia : Paman, saya ini mau bertanya, dimanakah rumah Pak Awang?

P: O, idak jao, parak ruma aku. Itula ruma Cek Awang.
B: O, nano tebe, pangge rompok kulo. Nikula rompok Cek Awang.
Bahasa Indonesia : O, tidak jauh, dekat rumah saya. Di situlah rumah Pak Awang.

Demikian tadi contoh bahasa Palembang pasaran dan bebaso, dari contoh tersebut terlihat ada kemiripan dengan bahasa jawa. Kemiripan bahasa Palembang dengan bahasa Jawa memang mempunyai sejarah tersendiri. Bagaimana sejarahnya ? Dalam satu masa di Bukit Siguntang duduk memerintah seorang raja bernama RAJA SULAN yang mempunyai dua orang putra, masing-masing bernama ALIM dan MUFTI, Alim menjadi sultan setelah ayahandanya wafat, sedangkan Mufti menjadi sultan di Gunung Meru. Setelah Sultan Alim wafat ia digantikan oleh putranya tanpa melalui musyawarah dengan pamannya Sultan Mufti.

Karena itu Sultan Mufti bermaksud untuk menurunkan putera Sultan Alim dari kedudukannya sebagai Sultan di Bukit Siguntang. Mendengar cerita tersebut maka putra Sultan Alim beserta seluruh rakyat dan pasukannya meninggalkan Bukit Siguntang menuju Indragri. Mereka menetap di suatu daerah yang mereka pagari dengan ujung sebagai tempat pertahanan. Kemudian tempat tersebut bernama Pagaruyung (Padang, Sumatera Barat). Setelah Sultan Mutfi wafat, ia digantikan oleh puteranya dengan pusat pemerintah di Lebar Daun bergelar DEMANG LEBAR DAUN hingga tujuh turun lebih.

Demang Lebar Daun ini mempunyai seorang saudara kandung bergelar RAJA BUNGSU. Kemudian Raja Bungsu tersebut hijrah ke tanah Jawa, di negeri Majapahit, bergelar Prabu Anom Wijaya atau Prabu Wijaya/BRAWIJAYA sampai tujuh turun pula. Brawijaya yang terakhir memiliki putera bernama ARIA DAMAR atau ARIA DILAH dikirim ke tanah asal nenek moyangnya yaitu Palembang, ia dinikahkan dengan anak Demang Lebar Daun dan diangkat menjadi raja (1445-1486). Ia juga mendapat kiriman seorang putri Cina yang sedang hamil, yakni isteri ayahnya yang diamanatkan kepadanya untuk mengasuh dan merawatnya, Sang puteri ini melahirkan seorang putra yang diberi nama RADEN FATAH atau bergelar Panembahan Palembang, yang kemudian menjadi raja pertama di Demak.

Pada saat Raden Fatah menjadi raja Demak (1478-1518), ia berhasil memperbesar kekuasaannya dan menjadikan Demak kerajaan Islam pertama di Jawa.Akan tetapi kerajaan Demak tidak mampu bertahan lama karena terjadinya perang saudara, Setelah kerajaan Demak mengalami kemunduran, muncullah Kesultanan Pajang. Penyerangan Kesultanan Pajang ke Demak mengakibatkan sejumlah bangsawan Demak melarikan diri ke Palembang. Rombongan dari Demak yang berjumlah 80 orang dikepalai oleh Ki. Sedo Ing Lautan (1547-1552) menetap di Palembang Lama (1 Ilir) yang saat itu Palembang di bawah pimpinan Dipati Karang Widura, keturunan Demang Lebar Daun. Mereka mendirikan istana Kuto Gawang dan masjid di Candi Laras (PUSRI sekarang). Pengganti Pangeran Sedo Ing Lautan adalah anaknya, Ki, Gede Ing Suro (1552-1573), setelah wafat diganti oleh Kemas Anom Adipati Ing Suro/Ki. Gede Mudo (1573-1590). Kemudian diganti saudaranya Sultan Jamuluddin Mangkurat II Madi Alit (1629-1630), kemudian Sultan Jamaluddin Mangkurat III Sedo Ing Puro (1630-1639), Sultan Jamaluddin Mangkurat IV Sedo Ing Kenayan (1639-1950), Sultan Jamaluddin Mangkurat V Sedo Ing Peserean (1651-1652), Sultan Jamaluddin Mangkurat VI Sedo Ing Rejek (1652-1659), Sultan Jamaluddin VII Susuhunan Abdurrahman Candi Walang (1659-1706), Sultan Muhammad Mansur (1706-1714), Sultan Agung Komaruddin (1714-1724), Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1757), dst.

Pada abad ke 16 di Palembang mulai terbentuk dan tumbuh suatu pemerintahan yang bercorak Islam. Pangeran Aria Kesumo (Kemas Hindi) pada tahun 1666 memproklamirkan Palembang menjadi negara Kesultanan beliau bergelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam berkuasa (1659-1706). Dengan demikian islam telah menjadi agama Kesultanan Palembang Darussalam dan pelaksanaan hukum Islam berdasarkan ketentuan resmi hingga berakhirnya Kesultanan Palembang pada tahun 1823. sumber

Dari sejarah di atas jelas bahwa kemiripan bahasa Palembang dengan bahasa Jawa terjadi karena adanya hubungan masa lalu antara kerajaan di Palembang dengan kerajaan di Jawa.

Introducing (^___^)


Assalamu'alaikum Wr Wb
Saya akan menceritakan sedikit tentang diri saya .. Cekkiiddooott ..

Nama lengkap saya adalah Ummi Hanifah. Biasa dipanggil dengan Ummi, tapi terkadang beberapa teman memanggil dengan panggilan Mimi. Saya lahir di Palembang pada tanggal 14 November 1992. Saya anak bungsu dari 5 saudara. Saya orang Palembang asli ..

Saya punya banyak makanan favorit, tetapi yang paling favorit adalah AYAM GORENG (Haha). Saya mempunyai banyak hal yang disukai, salah satu nya membuka social media Twitter, bukan hanya itu, saya suka admin dari akun social media Twitter dengan nama account @BahasaPLG .. Sejak menggunakan Twitter hidup lebih menyenangkan, saya mempunyai lebih banyak teman dibandingan social media Facebook. Saya tergabung dengan komunitas pengguna aktif akun social media Twitter yang rata-rata orangnya Palembang asli, maka dari itu komunitas kami disebut komunitas BedolorGalo, langsung saja search di Twitter @BedolorGalo ..

Ada hal yang disukai, tentu juga ada hal yang paling tidak disukai. Saya paling tidak suka dengan hewan kecoa & cicak. Saya juga paling tidak suka dengan orang yang ketika ada hal yang tidak dia sukai dari saya, tapi berbicara dari belakang (dengan orang lain), tidak bicara langsung dengan saya ..

Sifat baik ?
Semua orang bersifat baik pada dasarnya, jadi saya hanya mengatakan hal jelek saya saja (Haha..)
Saya orangnya sedikit manja, cerewet, kadang-kadang judes, & mudah marah ..

Soal hoby, dulu saya hoby dengan Badminton, tapi sudah tidak lagi, karna sudah teralihkan dengan social media ..

Oh yaaa.. Sedikit promosi, bisa temukan saya di Twitter @UmmiHanifah_
Langsung saja di follow .. hahaha (^_^)v

Sekian dulu sedikit cerita mengenai diri saya sendiri
Wassalamu'alaikum Wr Wb ..