Ayah..
dulu engkau menantikan kehadiran ku
engkau membelai ku dari perut ibu ku
engkau berbicara pada ku
engkau mendo'akan ku & ibu ku
Ayah..
setelah aku lahir ke dunia
engkau mengAdzani ku
engkau mencium ku & membelaiku dengan nyata
engkau memberikan ku nama dengan Do'a
engkau mengharapkan ku menjadi seseorang sesuai dengan nama ku
engkau tak mengeluh lelah ketika terbangun tengah malam
menimang ku setiap ku ketika menangis
meski raga mu lelah selepas mencari rezeki Allah SWT
Ayah..
engkau selalu sabar menghadapi ku
selalu memenuhi setiap ingin ku
tidak pernah menyakiti bahkan menghukumku
meski engkau tau kesalahan ku
Ayah..
kini aku telah dewasa
aku mengerti tentang hidup
hidup yang engkau jalani ternyata tidak mudah
tidak semudah yang orang lain lihat
kini aku juga tau apa itu pengorbanan
terutama pengorbanan tanpa balasan
engkau juga tidak pernah meminta balasan dari ku
Ayah..
engkau sudah tiada
hidupku hampa tanpa dirimu
awal engkau meninggalkan ku
aku tidak bisa berbuat apapun
dirasa mengakhiri hidup lebih baik dibanding tanpa dirimu
tapi,
aku selalu ingat setiap nasehat mu
selalu ingat apa yang engkau pinta
Ayah..
aku harap engkau selalu mendo'akan ku
merestui setiap keputusan ku
engkau menantikan kehadiran ku bersama mu
Yaa Allah..
titip ayah ku yaa
aku percayakan kepada-MU untuk menjaga nya
dia sesosok pemimpin keluarga yang luar biasa bijaksana
dia sesosok ayah yang bertanggung jawab
dia sesosok ayah yang tidak pernah mengecewakan
dia, sesosok ayah yang SANGAT SEMPURNA
I LOVE YOU , I MISS YOU .. FATHER ..
H. M . Hasan (Alm)
Cerita-cerita dalam blog ini sesuai dengan kenyataan yang ada, sesuai dengan pengalaman sebagian besar orang..
Rabu, 17 April 2013
Senin, 08 April 2013
Percakapan Singkat #BahasaPLGHalus
Kemas :: Sinten namo nikuu ? = Siapa nama Anda ?
Nyimas :: Namo kulo Nyimas,
nikuu ? =
Nama saya Nyimas, Anda ?
Kemas :: Namo kulo Kemas. Maleh
bedamel ? =
Masih Bekerja ?
Nyimas :: Ingge, kulo
bedamel di Mall. Wenten napi ? = Ya, saya kerja di Mall. Ada Apa ?
Kemas :: Nano wenten, betaken saos J = tidak ada, bertanya saja J
Nyimas :: Kemas, nikuu bedamel
? = Kemas,
Anda bekerja ?
Kemas :: Enggeh, sampun
lambat kulo bedamel di Toko
= Iya, sudah lama saya bekerja di toko
Nyimas :: Ooo J Kemas, kulo ayun pegi,
wenten damelan =
Ooo J Kemas, saya mau pergi, ada
pekerjaan.
Kemas :: Majeng Nyimas J = Baiklah Nyimas J
@BahasaPLG #BahasaPLGHalus
Bahasa Palembang mempunyai dua
tingkatan, yaitu baso Pelembang alus atau bebaso dan baso Pelembang
sehari-hari. Baso Pelembang alus dipergunakan dalam percakapan dengan pemuka
masyarakat, orang-orang tua, atau orang-orang yang dihormati, terutama dalam upacara
adat. Bahasa ini berakar pada bahasa Jawa karena raja-raja Palembang berasal
dari Kerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, dan Kerajaan Pajang. Itulah sebabnya
perbendaharaan kata Baso Pelembang Alus banyak persamaannya dengan
perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa.
Sementara itu, baso sehari-hari
dipergunakan oleh wong Palembang dan berakar pada bahasa Melayu. Dalam
praktiknya sehari-hari, orang Palembang biasanya mencampurkan bahasa ini dan
bahasa Indonesia (pemilihan kata berdasarkan kondisi dan koherensi) sehingga
penggunaan bahasa Palembang menjadi suatu seni tersendiri.
Bahasa Palembang memiliki kemiripan
dengan bahasa daerah di provinsi sekitarnya, seperti Jambi, Bengkulu bahkan
provinsi di Jawa (dengan intonasi berbeda). Di Jambi dan Bengkulu, akhiran 'a'
pada kosakata bahasa Indonesia biasanya diubah menjadi 'o'.
Bahasa Palembang memiliki kemiripan
dengan bahasa daerah provinsi di sekitarnya, seperti Jambi dan Bengkulu. Di
kedua daerah ini, akhiran 'a' pada kosakata Bahasa Indonesia yang diubah menjadi
'o' banyak ditemukan. Akan tetapi banyak juga bahasa Palembang asli yang tidak
digunakan pada provinsi Jambi maupun Bengkulu. Logat yang dimiliki merekapun
berbeda. Kemiripan dengan bahasa Jawa: iyo, biso, wong, ulo, rai, prei, sepur,
melok, ladeng, iwak, gedek, dulur, dewe'an, bae, balek, banyu, awan, awak,
iwak, balen, kelaso, kacek, jabo. Kemiripan dengan bahasa Banjar: banyu, awak,
iwak, ladeng, dulur, umep (humap= gerah), enjuk (unjuk), jingok (jinguk),
gancang.
-----------------------------------------------------------
Darimanakah Bahasa Palembang berasal
? Bahasa Palembang berasal dari bahasa Melayu Tua yang berbaur dengan bahasa
Jawa dan diucapkan menurut logat/dialek wong Palembang. Seterusnya bahasa yang
sudah menjadi milik wong Palembang ini diperkaya pula dengan bahasa-bahasa
Arab, Urdhu, Persia, Cina, Portugis, Iggris dan Belanda. Sedangkan Aksara
bahasa Melayu Palembang, menggunakan aksara Arab (Arab-Melayu) atau tulusan
Arab berbahasa Melayu (Arab Gundul/Pegon).
Bahasa Palembang terdiri dari dua
tingkatan, pertama merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan hampir oleh
setiap orang di kota ini atau disebut juga bahasa pasaran. Kedua, bahasa halus
(Bebaso) yang digunakan oleh kalangan terbatas, (Bahasa resmi Kesultanan).
Biasanya dituturkan oleh dan untuk orang-orang yang dihormati atau yang usianya
lebih tua. Seperti dipakai oleh anak kepada orang tua, menantu kepada mertua, murid
kepada guru, atau antar penutur yang seumur dengan maksud untuk saling
menghormati, karena Bebaso artinya berbahasa sopan dan halus.
Berikut contoh bahasa Palembang Pasaran (P) dan Bebaso
(B) :
P: Mang Cek, Aku ni nak betanyo, di manola ruma Cek Awang?
B:Mang Cek, Kulo niki ayun betaken, di pundila rompok
Cek Awang?
Bahasa Indonesia : Paman, saya ini mau bertanya,
dimanakah rumah Pak Awang?
P: O, idak jao, parak ruma aku. Itula ruma Cek Awang.
B: O, nano tebe, pangge rompok kulo. Nikula rompok Cek
Awang.
Bahasa Indonesia : O, tidak jauh, dekat rumah saya. Di
situlah rumah Pak Awang.
Demikian tadi contoh bahasa
Palembang pasaran dan bebaso, dari contoh tersebut terlihat ada kemiripan
dengan bahasa jawa. Kemiripan bahasa Palembang dengan bahasa Jawa memang
mempunyai sejarah tersendiri. Bagaimana sejarahnya ? Dalam satu masa di Bukit
Siguntang duduk memerintah seorang raja bernama RAJA SULAN yang mempunyai dua
orang putra, masing-masing bernama ALIM dan MUFTI, Alim menjadi sultan setelah
ayahandanya wafat, sedangkan Mufti menjadi sultan di Gunung Meru. Setelah
Sultan Alim wafat ia digantikan oleh putranya tanpa melalui musyawarah dengan
pamannya Sultan Mufti.
Karena itu Sultan Mufti bermaksud
untuk menurunkan putera Sultan Alim dari kedudukannya sebagai Sultan di Bukit
Siguntang. Mendengar cerita tersebut maka putra Sultan Alim beserta seluruh
rakyat dan pasukannya meninggalkan Bukit Siguntang menuju Indragri. Mereka
menetap di suatu daerah yang mereka pagari dengan ujung sebagai tempat
pertahanan. Kemudian tempat tersebut bernama Pagaruyung (Padang, Sumatera
Barat). Setelah Sultan Mutfi wafat, ia digantikan oleh puteranya dengan pusat
pemerintah di Lebar Daun bergelar DEMANG LEBAR DAUN hingga tujuh turun lebih.
Demang Lebar Daun ini mempunyai
seorang saudara kandung bergelar RAJA BUNGSU. Kemudian Raja Bungsu tersebut
hijrah ke tanah Jawa, di negeri Majapahit, bergelar Prabu Anom Wijaya atau
Prabu Wijaya/BRAWIJAYA sampai tujuh turun pula. Brawijaya yang terakhir
memiliki putera bernama ARIA DAMAR atau ARIA DILAH dikirim ke tanah asal nenek
moyangnya yaitu Palembang, ia dinikahkan dengan anak Demang Lebar Daun dan
diangkat menjadi raja (1445-1486). Ia juga mendapat kiriman seorang putri Cina
yang sedang hamil, yakni isteri ayahnya yang diamanatkan kepadanya untuk
mengasuh dan merawatnya, Sang puteri ini melahirkan seorang putra yang diberi
nama RADEN FATAH atau bergelar Panembahan Palembang, yang kemudian menjadi raja
pertama di Demak.
Pada saat Raden Fatah menjadi raja
Demak (1478-1518), ia berhasil memperbesar kekuasaannya dan menjadikan Demak
kerajaan Islam pertama di Jawa.Akan tetapi kerajaan Demak tidak mampu bertahan
lama karena terjadinya perang saudara, Setelah kerajaan Demak mengalami
kemunduran, muncullah Kesultanan Pajang. Penyerangan Kesultanan Pajang ke Demak
mengakibatkan sejumlah bangsawan Demak melarikan diri ke Palembang. Rombongan
dari Demak yang berjumlah 80 orang dikepalai oleh Ki. Sedo Ing Lautan
(1547-1552) menetap di Palembang Lama (1 Ilir) yang saat itu Palembang di bawah
pimpinan Dipati Karang Widura, keturunan Demang Lebar Daun. Mereka mendirikan
istana Kuto Gawang dan masjid di Candi Laras (PUSRI sekarang). Pengganti
Pangeran Sedo Ing Lautan adalah anaknya, Ki, Gede Ing Suro (1552-1573), setelah
wafat diganti oleh Kemas Anom Adipati Ing Suro/Ki. Gede Mudo (1573-1590).
Kemudian diganti saudaranya Sultan Jamuluddin Mangkurat II Madi Alit
(1629-1630), kemudian Sultan Jamaluddin Mangkurat III Sedo Ing Puro
(1630-1639), Sultan Jamaluddin Mangkurat IV Sedo Ing Kenayan (1639-1950), Sultan
Jamaluddin Mangkurat V Sedo Ing Peserean (1651-1652), Sultan Jamaluddin
Mangkurat VI Sedo Ing Rejek (1652-1659), Sultan Jamaluddin VII Susuhunan
Abdurrahman Candi Walang (1659-1706), Sultan Muhammad Mansur (1706-1714),
Sultan Agung Komaruddin (1714-1724), Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1757),
dst.
Pada abad ke 16 di Palembang mulai
terbentuk dan tumbuh suatu pemerintahan yang bercorak Islam. Pangeran Aria
Kesumo (Kemas Hindi) pada tahun 1666 memproklamirkan Palembang menjadi negara
Kesultanan beliau bergelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam
berkuasa (1659-1706). Dengan demikian islam telah menjadi agama Kesultanan
Palembang Darussalam dan pelaksanaan hukum Islam berdasarkan ketentuan resmi
hingga berakhirnya Kesultanan Palembang pada tahun 1823. sumber
Dari sejarah di atas jelas bahwa
kemiripan bahasa Palembang dengan bahasa Jawa terjadi karena adanya hubungan
masa lalu antara kerajaan di Palembang dengan kerajaan di Jawa.
Introducing (^___^)
Assalamu'alaikum Wr Wb
Saya akan menceritakan sedikit tentang diri saya .. Cekkiiddooott ..
Nama lengkap saya adalah Ummi Hanifah. Biasa dipanggil dengan Ummi, tapi terkadang beberapa teman memanggil dengan panggilan Mimi. Saya lahir di Palembang pada tanggal 14 November 1992. Saya anak bungsu dari 5 saudara. Saya orang Palembang asli ..
Saya punya banyak makanan favorit, tetapi yang paling favorit adalah AYAM GORENG (Haha). Saya mempunyai banyak hal yang disukai, salah satu nya membuka social media Twitter, bukan hanya itu, saya suka admin dari akun social media Twitter dengan nama account @BahasaPLG .. Sejak menggunakan Twitter hidup lebih menyenangkan, saya mempunyai lebih banyak teman dibandingan social media Facebook. Saya tergabung dengan komunitas pengguna aktif akun social media Twitter yang rata-rata orangnya Palembang asli, maka dari itu komunitas kami disebut komunitas BedolorGalo, langsung saja search di Twitter @BedolorGalo ..
Ada hal yang disukai, tentu juga ada hal yang paling tidak disukai. Saya paling tidak suka dengan hewan kecoa & cicak. Saya juga paling tidak suka dengan orang yang ketika ada hal yang tidak dia sukai dari saya, tapi berbicara dari belakang (dengan orang lain), tidak bicara langsung dengan saya ..
Sifat baik ?
Semua orang bersifat baik pada dasarnya, jadi saya hanya mengatakan hal jelek saya saja (Haha..)
Saya orangnya sedikit manja, cerewet, kadang-kadang judes, & mudah marah ..
Soal hoby, dulu saya hoby dengan Badminton, tapi sudah tidak lagi, karna sudah teralihkan dengan social media ..
Oh yaaa.. Sedikit promosi, bisa temukan saya di Twitter @UmmiHanifah_
Langsung saja di follow .. hahaha (^_^)v
Sekian dulu sedikit cerita mengenai diri saya sendiri
Wassalamu'alaikum Wr Wb ..
Langganan:
Komentar (Atom)